Wahai Pemuda Kembalilah ke jalan
yang Lurus
By : Abu Hanifah Muhammad faishal al
bantani
Segala Puja dan puji hanya milik Alloh Ta’ala. kita
memuji, meminta pertolongan, memohon ampun kepada-Nya, kta berlindung
kepada-Nya dari keburukan perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh
Alloh, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan sebaliknya, barangsiapa
yang disesatkan oleh Alloh Azza wa Jalla, maka tidak ada yang memberi petunjuk
kepadanya. Kita bersaksi tidak ada yang berhaq disembah melainkan Alloh
satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan kita bersaksi bahwa Rasululloh
Muhammad Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam adalah hamba dan utusan-Nya. Amma Ba’du.
“Sebaik-baik petunjuk ialah Kitabullah (Al-Qur’an), serta
sebaik-baik petunjuk ialah petunjuk Rasulullah yakni Sunnahnya, dan
seburuk-buruk perbuatan dan perkataan ialah yang diada-adakan dan setiap yang
diada-adakan ialah Bid’ah dan setiap KeBid’ahan itu sesat serta setiap
kesesatan itu ialah tempatnya di dalam Naar (Neraka)“.
Assalamu’alaikum. Warahmatullohi Wabarakatuh
Segala kebenaran dan perlindungan hanya patut kita sembah
hanya kepada Alloh Rabbul Izzati yang mana telah memberikan kita kehidupan di
dunia ini. Oleh sebab itu wahai para Pemuda/Pemudi dambaan Islam cintailah
Alloh saja serta kedua Orang tua kita serta janganlah kalian mengikuti
langkah-langkah Perilaku juga jalan-jalan Syaithan dan orang Kafir yang
dilaknat Alloh, maka kalau kalian mengakui bahwa kalian sebagai muslim
pelajarilah ilmu Islam ini dengan baik karena tidak ada kemuliaan selain
mempelajari Syari’at Alloh yang mulia yang terdapat dari dalam Al-Qur’an yang
mulia sebagaimana Rasululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam bersabda:
”Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an”. (Al-Hadist). Maka dari
itu wahai Pemuda/Pemudi Islam janganlah kalian berpaling dalam mencari hakikat
kebenaran yang hakiki sebab kebenaran yang hakiki dan sejati hanyalah kalian
wahai para Pemuda/Pemudi Islam harusnya pelajari Al-Qur’an dan menghayati makna
yang terkandung di dalamnya.
Sedangkan Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahulloh
berkata: ”Hayatilah Al-Qur’an jika anda menginginkan petunjuk, karena ilmu itu
ada di balik penghayatan Al-Qur’an. Oleh karena itu wahai Pemuda/Pemudi dambaan
Islam pelajarilah dan perdalamlah Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasul-Nya Muhammad
Ibnu Abdillah Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam karena Alloh telah memberikan
kepada kita melalui Rasul-Nya Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam yang mulia dengan
Al-Qur’an dan As-Sunnahnya yang dijamin akan kebenaran didalamnya. Ingatlah
akan sabda Nabi Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam beliau bersabda: “Menuntut ilmu
agama ini adalah wajib atas setiap Muslim (pria maupun wanita).” (HR. Ibnu
Majah & Baihaqi). Jadi wahai para Ayah dan Ibu janganlah engkau tidak
membolehkan anak kalian kesekolah/madrasah serta universitas yang Islami maka
kami himbau kepada para orang tua agar didiklah anak-anak kalian untuk
perdalami ilmu agama islam ini dengan baik melalui lembaga tersebut dan melalui
para Ulama yang konsisten terhadap Islam juga bacaan buku Islam yang bermutu
yang berlandaskan kepada pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah itulah pedoman
kita.
Dan ingatlah wahai para Orang tua jadikanlah anak-anak
kalian sejarah yang membela agamanya dan melindungi agamanya dari berbagai
fitnah dan budaya Syaithan dan orang Kafir yang dilaknat. Maka jadikanlah
anak-anak kalian sebagai pengantar kalian keSyurga agar terhindar dari api
neraka yang panas.
Maka oleh karena itu marilah kita pelajari islam ini
dengan sungguh-sungguh janganlah kalian berkiblat kepada Syaithan dan Orang
Kafir serta Negara Kafir karena Alloh sangat murka apabila kita berpaling
terhadap-Nya. Dan inilah sebagian contoh penyimpangan yang dilakukan oleh para
Pemuda-pemudi:
1). Berkhayal/Zina Hati.
Ingatan yang terus menerus, rasa rindu, dsb: menyebabkan
pikiran dan perasaan disibukkan dengan urusan pacar (duniawi) akibatnya lupa
untuk berdzikir pada Alloh Azza wa Jalla Rabb semesta alam. Rasululloh
Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam bersabda: “ Telah tertulis atas anak Adam
nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tidak dapat tidak. Zina
dua mata adalah melihat, zina dua tangan adalah menyentuh, zina dua kaki adalah
berjalan, zinanya hati adalah menginginkan dan berangan-angan dan kemaluan
membenarkan semua itu atau mendustakan “. (HR. Muslim dari Abu Hurairah dengan
Sanad Shahih).
2). Memandang dengan bersyahwat.
“Hai Ali, janganlah sampai pandangan yang pertama di
ikuti pandangan lagi. Sesungguhnya buatmu pertama, bukan yang kedua, dan dosa
atas yang kedua “. (HR. Abu dawud dengan Sanad Hasan Shahih). Islam menyuruh
umatnya untuk menundukkan pandangan (godhul Bashor), karena berawal dari
pandangan itulah biasanya ketertarikan muncul. Lihat QS. An-Nuur: 30-31.
3). Pembicaraan yang manja/dibuat-buat untuk merayu.
Firman Alloh Azza wa Jalla: “ Jangan kalian rendahkan
(merdukan) dalam berbicara, sebab akan tergoda orang-orang yang didalam hatinya
ada penyakit dan ucapkanlah kata-kata yang baik (biasa) “. (QS. Al-Ahzab: 32).
Kalaupun kesannya diam, tapi mengatur gerakan anggota tubuh, sehingga membuat
orang terpesona juga dilarang, yaitu dalam QS. An-Nuur: 30-31 yang artinya: “
Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara pandangannya yang demikian
itu ialah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Alloh Azza wa Jalla Maha
mengetahui apa yang kamu kerjakan (30) “. “ Janganlah hentakan kaki-kaki mereka
(dengan maksud) agar supaya diketahui apa-apa yang tersembunyi dari perhiasan
mereka (31) ”.
4). Bersentuhan
Menyentuh lawan jenis dengan sengaja dalam keadaan tidak
darurat hukumnya haram. Rasululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam bersabda: “
Sungguh, kepala salah seorang diantara kamu ditikam dengan jarum besi lebih
baik baginya daripada ia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya
“. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi dengan Sanad Hasan Shahih).
5). Memakai Parfum/Wangi-wangian. Hukumnya haram kecuali
kepada Suami dan Mahramnya.
Parfum merupakan sarana yang paling halus dalam
menyebarkan maksiat. Bentuk tubuh atau kecantikan bisa disembunyikan namun
dengan berparfum semerbak orang yang disekatnya dapat merasakan dan berkhayal
jauh. Maka Syari’at Islam melarang penggunaan parfum yang tidak pada tempatnya.
Di ambil dari Fatwa Al-Imam Al-Allamah Syaikhuna Abdul Aziz bin Abdullah bin
Baaz Rahimahulloh. Rasululloh Muhammad ibnu Abdillah Shallallahu’ Alaihi Wa
Sallam bersabda: “ Siapapun wanita yang memakai parfum/wangi-wangian melewati
sekumpulan laki-laki maka wanita itu adalah wanita yang sudah berzina (tuna
susila/PSK). (HR. An-Nasa’i, Abu dawud, Tirmidzi dengan Sanad Jayyid).
6). Khalwat
Khalwat ialah menyendiri atau bersepi-sepi dengan lawan
yang bukan mahram. Rasululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam bersabda: “
Janganlah seorang laki-laki dan seorang perempuan bersepi-sepi, sebab Syaithan
Laknatulloh’ Alaik menemaninya “. Dan janganlah seorang diantra kami
bersepi-sepi dengan seorang perempuan kecuali dengan disertai mahramnya “. (HR.
Muthafaqun’ Alaih yakni Imam Bukhari & Imam Muslim dengan Sanad Shahih).
7). Ikhtilat (Campur baur antara Pria (Ikhwan) dan Wanita
(Akhwat)).
Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah, Kerajaan Saudi Arabia (KSA)
dan Fatwa Al-Imam Al-Allamah Syaikhuna Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin
Rahimahulloh berpendapat bahwa Ikhtilat yaitu bercampur baurnya laki-laki dan
perempuan dalam satu tempat yang memungkinkan saling satu sama lainnya. Serta
menurut Ulama Salaf orang yang belum menikah dianjurkan (wajib) untuk bershaum
(puasa) kalau melanggar dari norma-norma ajaran agama Islam maka haruslah
didera 100 kali lalu diarak serta ditonton keliling kota/desa serta dilempar
oleh batu hingga meninggal.
8). Memperlihatkan Aurat.
Wanita diawajibkan menutup auratnya sesuai dengan QS.
An-Nuur: 30-31 yang artinya: “ Dan hendaklah menutupkan kain ke dadanya, dan
janganlah menampakkan perhiasan mereka…”.
9). Berhias/Tabaruj
Menurut Al-Allamah Syaikh Zamakhsyari Rahimahulloh,
Tabaruj ialah memperlihatkan sesuatu yang seharusnya disembunyikan. Bisa berupa
gerakan, cara bicara, berdandan, dll. Firman Alloh Azza wa Jalla: “…Dan
janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah dulu…”.
(QS. Al-Adzhab: 33)
10). HomoSeks/Liwath.
Firman Alloh Azza wa Jalla: “ Dan orang-orang yang
menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka, maka sesungguhnya
mereka dalam hal ini tercela. Barangsiapa mencari di balik itu, maka mereka
itulah orang-orang yang melampaui batas “. (QS. Al-Mu’minun: 5-7).
11). Onani/Istimta’
Yaitu mencapai kepuasan seksual dengan menggunakan
tangan. Jadi ini termasuk zina tangan. Supaya tidak melakukan Rasululloh
mengingatkan dengan sebuah hadist yang artinya: “ Wahai sekalian pemuda,
barangsiapa yang sudah mempunyai bekal untuk kawin maka kawinlah sebab itu
dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan dan barangsiapa yang belum
mampu maka berpuasalah itu sebagai pelindung baginya “. (HR. Imam Bukhari &
Imam Muslim).
12). Zina/hubungan Seks.
Puncak petaka dari pacaran ialah adanya hubungan seks
diluar nikah. Islam sejak dini telah melarangnya, bahkan untuk mendekatinya
saja sudah dilarang. Alloh berfirman: “ Dan janganlah kamu mendekati zina,
sesungguhnya zina itu ialah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang
buruk “. (QS. Al-Isra’: 32). Hukuman bagi sang pezina dalam Al-Qur’an sangat
berat, yaitu didera seratus kali bagi yang belum menikah atau di rajam sampai
mati bagi yang sudah menikah.
13). Para Pemuda-pemudi tidak membiasakan dirinya memberi
hormat secara Islami dengan mengucapkan Assalamu’alaikum Wr. Wb tetapi mereka
mengantinya dengan kata-kata: Selamat Pagi, Selamat Sore, Selamat datang dan
selainnya dari kalimat-kalimat yang biasa digunakan oleh golongan di luar Islam
yang ditiru oleh kaum muslimin; sehingga merekaa tidak mendapatkan tiga puluh
kebaikan dari salam yang syar’i sebagaimana dalam hadist yang benar (shahih).
14). Para Pemuda-pemudi jika menelpon seseorang muslim
maka akan segera mendapat jawaban dengan perkataan ” hallo ”, berasal dari
bahasa Inggris yang artinya ” saya terima ”, ada dua kesalahan dalam kalimat
ini, kesalahan pertama meniru orang kafir, dan kedua meninggalkan salam yang
syar’i.
15). Para Pemuda-pemudi jika berpisah mengatakan bye…bye
(atau da…da…, bahasa Belanda) yang semua itu dari bahasa asing, dan menanamkan
pada dirinya, agar cinta dan terbiasa meniru orang kafir, padahal seharusnya
Pemuda mengucapkan lafadz penghormatan yang ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yaitu
dengan mengucapkan Assalamu’alaikum bukan bahasa asing tersebut.
16). Para Pemuda-pemudi berjabat tangan dengan bukan
sesamanya, yakni pria dengan pria dan wanita dengan wanita sehingga terbiasa
dengan adat istiadat orang-orang kafir yang diharamkan oleh Islam, sebab
Rasululloh bersabda: ” Sesungguhnya saya tidak pernah berjabatan tangan dengan
para wanita ”. (Hadist Shahih Riwayat Tirmidzi). Dan juga sabda Rasululloh
kembali: ” Sesungguhnya kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum besi
adalah lebih baik dari pada memegang perempuan yaang tidak halal baginya ”.
(Hadist Shahih Riwayat Tabrani).
17). Para Pemuda-pemudi lebih cinta kepada nama-nama yang
tidak Islami seperti kalau Pria: Andri, Gunawan, Johan, dll serta Wanitanya:
Susan, Diah, Susi, dll tetapi tidak mau menganti dan memakai nama yang Islami
seperti kalau Pria: Ahmad, Hasan, Abdurrahman, Umar, dll sedangkan Wanitanya:
Hasanah, Sumaiyah, Khadijah, Aisyah, Halimah, dll, Rasululloh bersabda: ”
Sebaik-baiknya nama kalian adalah Abdullah, Abdurrahman, dan Al-Harist ”.
(Hadist Shahih Riwayat Tabrani, lihat Shahih Jami’ 2369). Maka seharusnya kita
harus bangga menggunakan nama yang Islami bukan yang tidak Islami.
18). Para Pemuda-pemudi sekarang gampang terayu dalam
bujukkan Syaithan untuk memakai Obat-obatan terlarang apalagi Minuman Keras.
Bukankah apa-apa yang meracuni tubuh kita itu dosa dan termasuk perbuatan Haram
begitupula dengan Merokok yang sangat merusak tubuh kita.
19). Para Pemuda-pemudi lebih cinta kepada Produk pakaian
Kafir daripada produk Islami dengan memakai Gamis, Jubah atau baju koko dan
sarung sedangkan untuk pemudinya diwajibkan untuk mengenakan Jilbab yang Syar’i
dan pakaian yang syar’i lagi longgar yang tidak terlihat tubuhnya dan memakai
Cadar lebih baik dibandingkan tidak memakai, dan janganlah takut kita dibilang
Ninja jika memakai Cadar dan perkataan yang keji tetapi takutlah dengan hukum
Alloh dan Rasul-Nya.
20) Para Pemuda-pemudi merayakan/mengadakan dan mengikuti
Hari Valentine’s Day yang nyatanya hari tersebut adalah hari peringatan untuk
mengenang Pendeta Staint Valentine.
21) Para Pemuda-pemudi mereka merayakan/mengadakan dan
mengikuti Perayaan Hari Ulang Tahun dan Hari pergantian Tahun (Happy New
Year/Selamat Tahun Baru) padahal Rasululloh dan para Shahabatnya tidak pernah
melakukannya karena tidak pernah dicontohkan, dan Rasululloh bersabda: ”
Barangsiapa yang mengadakan suatu amalan yang tidak ada contohnya dariku maka
amalanya tertolak ”.(Hadist Shahih Riwayat Muttafaq’ Alaih) Serta perbuatan
tersebut adalah hukumnya Haram termasuk perbuatan Bid’ah yakni tidak ada contoh
dari Rasululloh dan Shahabatnya tapi mereka mengadakan, serta masih banyak lagi
sederet penyimpangan yang dilakukan oleh para Pemuda-pemudi Islam. Wallohu’
Ta’ala A’lam.
Nah, wahai para Pemuda-pemudi itulah
beberapa contoh kesalahan yang anda lakukan serta masih banyak lagi
penyimpangan yang anda lakukan. Juga kami menghimbau marilah kalian mencari
kawan atau sahabat yang selalu mengingatkan akan kebenaran. Dan suatu hari
Rosululloh kedatangan seseorang yang menanyakan tentang sahabat yang Shalih
(baik). Beliau Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam menjawab: “ Sebaik-baik dia antara
kamu ialah dia yang mengingatkan kamu kepada Alloh Azza wa Jalla, ucapannya
menambah ilmumu dan perbuatannya mendorongmu beramal untuk Akhirat “. (HR.
Al-Hakim, Tirmidzi dari Ibnu Amru bin Ash). Pertanyaan serupa, pernah diajukan
oleh Nabiyulloh Isa Alaihi’ Sallam: “ Wahai Rosululloh Isa Alaihi’ Sallam:
Siapa yang dapat dijadikan teman duduk? “ Jawab Isa Alaihi’ Sallam: “ Dia yang
ucapannya menambah ilmu, dan menasihatimu, serta dapat mengingatkan kamu kepada
Alloh Tabarokta wa Ta’ala dan amalannya dapat mendorongmu beramal untuk Akhirat
“.
Memilih sahabat, merupakan pekerjaan yang gampang-gampang
susah. Gampang, bila peruntukannya pada hal yang melalaikan, bersifat gebyar,
hura-hura dan kecenderungan pada jalan kefasikan. Namun akan terasa sulit, bila
memilih mereka yang dapat menuntun kepada jalan kebenaran dan keimanan.
Sampai-sampai secara khusus Rasululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam
mengingatkan: “ Kepribadian seseorang seiring dengan karakter kawan akrabnya.
Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih kawan (Sahabat) “. (HR. Ahmad).
Serta dalam hadistnya yang lain, Nabi
Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam menyatakan: “ Persahabatan yang baik merupakan
sebagian dari Iman “. (HR. Al-Hakim, Ad-Dailami dari Aisyah’, tapi entah ini
hadis palsu, lemah ataukah sahih???)). Bentuk persahabatan yang baik tidak
bercirikan lalai, gebyar, hura-hura dan mengantar kepada jalan kefasikan dan kemungkaran,
itulah yang disebut sebagai “ Persahabatan yang baik “.
Yakni persahabatan yang akan mempersubur tumbuhnya iman
dan mengantarkan kita selamat di dunia hingga kampung akhirat. Insya Alloh
Ta’ala. bijaklah memilih sahabat dengan mengambil mereka yang berkriteria
antara lain sebagai berikut:
~ Memilih sahabat yang berakal dan bertakwa juga beriman
serta berTauhidnya benar.
~ Cari yang memiliki Aqidah & Akhlak baik dan rajin
beribadah dengan benar.
~ Mencari sahabat yang menyukai kebenaran dan keadilan.
~ Menjauhi orang yang selalu berbuat kefasikan dan
kemungkaran serta kedzholiman.
~ Jauhi yang cinta kepada dunia.
~ Hindari yang suka berbuat dosa, maksiat dan kedustaan.
Jauhi mereka yang berbuat buruk. Karena ditegaskan oleh Nabi
Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam: “Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan
yang buruk, dan bergaul dengan orang shaleh lebih baik daripada menyendiri.
Berbincang-bincang yang bermanfaat lebih baik daripada berdiam dan berdiam
adalah lebih baik daripada berbincang (ngobrol) yang buruk“. (HR. Al-Hakim).
Ali Radhiyallohu’ anhu Wajhah Berpesan : “Saudaramu yang
sebenarnya adalah yang bersamamu, yang sanggup berkorban demi kebahagiaanmu,
kalau ada sesuatu yang menimpamu ia sanggup meninggalkan siapapun untuk
bersamamu“.
Semoga saja kalian paham akan isi Risalah yang mulia ini
walaupun isinya sangat tidak berbobot tapi semoga saja banyak faedah ilmu agama
yang sangat banyak. Untuk lebih yakin akan kebenaran Islam yang mulia marilah
kita bersama-sama mencari kemulian dalam meniti Shirothol Mustaqiem (Jalan yang
Lurus) dengan mempelajari Islam yang mulia melalui Ulama yang terpercaya
otoritas ilmu agamanya yang dijamin oleh Alloh. Beberapa Untaian Nasehat
berharga, “Barangsiapa yang Alloh kehendaki kebaikannya, niscaya Alloh jadikan
dia paham terhadap agama-Nya.” (HR. Bukhari). “Jika seorang anak Adam wafat
maka terputus amalannya kecuali tiga perkara: “shodaqoh jariyah (mengalir
pahalanya), ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendo’akan orang tuanya.”
(HR. Muslim). “Alloh mengangkat derajat orang-orang beriman dari kalian dan
orang-orang yang berilmu tentang agama ini dengan beberapa derajat”. (QS. Al
Mujadalah:11).
Wallohu’ Ta’ala A’lam, Sekian, Semoga tulisan ini
bermanfaat. Wa’akhiru Dakwathuna. Subhanakallohumma’ Wabihamdikaa’ Ashadu’alaa
‘illaa Anta Astaqfiruka Wa’athubuhu ‘Ilaika. Nun Wal Qolami Wamaa’ Yasthurun,
Walhamdulillahirobbil Alamien. Wallohu’ Ta’ala A’lam bish Showab.
Dan segala puji bagi Alloh Robb semesta alam dan shalawat
dan salam atas nabi kita Muhammad Ibnu Abdillah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam
dan keluarganya dan para shahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka
dengan baik sampai hari kiamat.
Semoga Alloh selalu merahmati kita dengan ilmu yang
hakiki, Amien…!. Pesan Kami: Ingat 5 sebelum 5 yakni: “ Kehidupanmu sebelum
datang matimu, Kesehatanmu sebelum datang sakitmu, Waktu luangmu sebelum datang
kesibukanmu, Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, Kekayaanmu sebelum datang
kemiskinanmu “. (HR. Muslim).